blog ekonomi syariah zakat wakaf kawafi
RSS icon Email icon Home icon
  • REKSA DANA SYARIAH

    Posted on Mei 5th, 2009 ahmad aulia No comments

    REKSADANA SYARIAH

    Makalah ini akan dipresentasikan pada mata kuliah Lembaga Perekonomian Umat

    Disusun Oleh:

    Ahmad Aulia

    (20704600151)

    Ryan Yudhitama

    (2070461000)

    Suharno

    (207046100198)

    Prodi Perbankan Syariah/ Muamalah

    Kelas A Semester IV

    Fakultas Syariah Dan Hukum

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2009

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karuniaNya makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Selain itu, kami sebagai penulis mengucapkan banyak terima kasih yang banyak kepada teman-teman yang telah membantu saya mencarikan buku refernsi.

    kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi peserta mata kuliah Lembaga perekonomian Umat Indonesia. Akhir kata, kami menucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu.

    Jakarta, Mei 2009

    Penulis

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Reksadana adalah suatu wadah dimana masyarakat dapat menginvestasikan dananya

    oleh Manajer Investasi dana itu di investasikan ke portofolio efek. Reksadana ini merupakan solusi bagi para pemodal kecil yang ingin ikut serta dalam pasar modal dengan modal minimal yang relative kecil dan kemampuan menanggung resiko yang sedikit. Definisi ini sering dengan pengertian yang termuat dalam undang-undang no.8 tahun 1995 tentang pasar modal yang menyatakan” bahwa reksadana berarti wadah yang dipergunakan untuk mengimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi”.

    Berkenaan dengan urgensitas reksadana syariah, bahwa dalam kenyataan social-ekonomi ditemukan dua persoalan yang saling berkaitan. Pertama, ada orang yang memiliki potensi keuangan, tetapi ia tidak mempunyai skill dalam memberdayakan modal tersebut. Yang kedua, ada orang yang mempunyai skill tapi tidak mempunyai modal. Dalam konteks ini direksadana telah terjadi simbiosis mutualisme antar pemilik modal yang tidak memiliki skill dengan pemilik skill yang tidak memilik modal.

    BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Pengertian dan Dasar Hukum Reksa dana Syariah

    Dasar hukum reksadana syariah ialah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan menurut fatwa DSN-MUI NO: 20/DSN-MUI/IV/2001 Tentang reksadana Syariah yaitu:

    “Reksadana syariah ialah Reksa Dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip Syari’ah Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta (sahib al-mal/ Rabb al Mal) dengan Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal, maupun antara Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal dengan pengguna investasi.

    Reksa dana syariah yang juga sering disebut dengan istilah Islamic Investment Fund atau Syariah Mutual Fund merupakan lembaga intermediari (intermediary) yang membantu surplus unit melakukan penempatan dana untuk selanjutnya diinvestasikan kembali (reinvestment). Selain untuk memberikan kemudahan bagi calon investor untuk berinvestasi di pasar modal maka pembentukan Islamic Investment Fund atau Syariah Mutual Fund juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kelompok investor yang menginginkan keuntungan dari sumber dan mekanisme investasi yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan secara religius serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, misalnya tidak diinvestasikan pada saham-saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaan atau produknya bertentangan dengan syariat Islam. Seperti pabrik makanan/minuman yang mengandung alkohol, daging babi, rokok dan tembakau, jasa keuangan konvensional, serta bisnis hiburan yang berbau maksiat.

    B. Latar BelakangTujuan berdirinya Reksa dana Syariah

    Dewasa ini investasi merupakan solusi bagi pemilik modal dalam mengembangkan hartanya. Pada kondisi obyektif masyarakat saat ini, masyarakat ada kecenderungan meninvestasikan dengan modalnya ke lembaga-lembaga keuangan non perbankan seperti lembada pembiayaan semisal BMT dan asuransi. Dari sekian banyak lembaga keuangan non perbankan itu ada yang disebut dengan reksa dana, yaitu lembaga keuangan non perbankan yang bergerak dibidang pasar modal.

    Pembentukan reksa dana syariah adalah sebagai lembaga investasi syariah yang juga memiliki keterkaitan yang erat dengan implementasi konsep ekonomi Islam yang mengacu pada sistem nilai dan asas-asas pokok filsafat ekonomi Islam yang berpedoman pada Al Quran serta sumber-sumber hukum Islam lainnya.

    C. Prinsip Transaksi Reksa dana Syariah

    Dalam hukum ekonomi Islam terdapat beberapa prinsip muamallah mubah atau jaiz yang menjelaskan bahwa segala sesuatu diperbolehkan selama tidak dilarang oleh Al Quran dan Sunnah.

    Dasar transaksi yang mendasari pembentukan reksa dana syariah pertama kali adalah adanya kontrak. Dalam hal reksa dana syariah tersebut berbentuk perseroan maka terdapat kontrak antara pihak direksi dengan manajer investasi sebagai pihak pengelola dan bank kustodian sebagai pihak penyimpan kekayaan milik reksa dana syariah. Lain halnya dengan reksa dana syariah berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK) yang pembentukannya hanya didasarkan pada adanya kontrak antara manajer investasi dengan bank kustodian.

    Pada dasarnya, hukum ekonomi Islam juga mengatur tentang urgensi kontrak sebagai dasar dari transaksi bisnis khususnya dalam hal pembentukan reksa dana syariah. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Al Quran menjelaskan bahwa “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu” (QS.5 : 1). Untuk memperjelaskan urgensi kontrak sebagai pedoman dalam melakukan transaksi atau akad maka dalam HR Abud Dawud, Ibn Majah dan Tirmizy dari Amru bin ‘Auf dijelaskan bahwa “Orang-orang Islam wajib memenuhi syarat-syarat yang mereka sepakati, kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram”

    D. Mekansime Operasional Reksa dana Syariah yaitu:

    1. Mekanisme operasional dalam Reksa Dana Syari’ah terdiri atas:

    a. Antara pemodal dengan Manajer Investasi dilakukan dengan sistem wakalah, dan

    b. Antara Manajer Investasi dan pengguna investasi dilakukan dengan sistem mudharabah.

    2. Karakteristik sistem mudarabah adalah:

    a. Pembagian keuntungan antara pemodal (sahib al-mal) yang diwakili oleh Manajer Investasi dan pengguna investasi berdasarkan pada proporsi yang telah disepakati kedua belah pihak melalui Manajer Investasi sebagai wakil dan tidak ada jaminan atas hasil investasi tertentu kepada pemodal.

    b. Pemodal hanya menanggung resiko sebesar dana yang telah diberikan.

    c. Manajer Investasi sebagai wakil tidak menanggung resiko kerugian atas investasi yang dilakukannya sepanjang bukan karena kelalaiannya (gross negligence/tafrith).

    E. Perkembangan dan Pertumbuhan Reksa dana Syariah di Indonesia

    Pangsa pasar reksa dana syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Sejak dari kegiatan perbankan dan investasi syariah yang baru muncul beberapa tahun belakangan, pertumbuhan reksa dana syariah terus mengalami kenaikan. dana kelolaan reksa dana syariah mencapai Rp700 miliar, sementara reksadana konvensional mencapai Rp58,247 triliun.

    Jumlah tersebut diproyeksi akan terus meningkat dengan makin banyaknya investor yang kini mulai melirik berinvestasi di reksa dana syariah yang dianggap lebih menguntungkan.

    Hal ini dipicu oleh makin diminatinya instrumen investasi syariah selama beberapa tahun belakangan. Jakarta Islamic Index (JII) dalam lima tahun terakhir mencatat pertumbuhan transaksi investasi syariah yang jauh lebih tinggi dibandingkan IHSG.

    Bahkan, otoritas pasar modal pun memperkirakan pertumbuhan reksadana ke depannya semakin pesat, seiring dengan banyaknya perusahaan yang berniat menerbitkan produk-produk syariah, seperti corporate sukuk (obligasi syariah korporasi) yang belum lama diperkenalkan itu.

    Perencana keuangan Ahmad Gozali menyebutkan bahwa tren masyarakat untuk memilih reksadana syariah saat ini memang cukup besar. “Hal ini dipicu dari harapan ketenangan batin dari investor, dan juga era 2008-2009 kali ini, JII mencatat pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan IHSG dan juga reksa dana berbasis LQ45,” ujarnya

    Umumnya reksa dana syariah dijual secara ritel dengan minimal pembelian Rp250.000 per unit sampai Rp5 juta. Jakarta Islamic Centre (JII) saat ini mencatat 30 emiten yang dinilai memenuhi persyaratan syariah.

    Tingkat pertumbuhan reksa dana syariah akan dipicu oleh kegiatan transaksi ekonomi syariah secara umum, dan juga makin banyaknya kegiatan perbankan dan manajer investasi yang menerbitkan reksa dana syariah.

    Sementara itu produk reksa dana syariah yang sudah ada di pasaran saat ini antara lain BNI Dana Syariah (reksa dana pendapatan tetap), BNI Dana Plus Syariah ( reksa dana campuran), Danareksa Syariah Berimbang (reksa dana campuran), PNM syariah, dan yang terbaru adalah Fortis Pesona Amanah yang diluncurkan Fortis Investment dan HSBC Amanah Syariah.

    pasar reksa dana syariah akan makin berkembang beberapa tahun ke depan. peningkatan tersebut sangat signifikan jika didukung oleh perkembangan ekonomi syariah yang kini mulai menunjukkan geliat yang menggembirakan.dan Tidak mustahil nantinya kelolaan reksadana syariah ini bisa menyamai kelolaan reksa dana konvensional

    F. Penentuan dan Pembagian Hasil Investasi

    · Hasil investasi yang diterima dalam harta bersama milik pemodal dalam Reksa Dana Syari’ah akan dibagikan secara proporsional kepada para pemodal.

    · Hasil investasi yang dibagikan harus bersih dari unsur non-halal

    · Penghasilan investasi yang dapat diterima oleh Reksa Dana Syari’ah adalah:

    a. Dari saham dapat berupa:

    o Dividen yang merupakan bagi hasil atas keuntungan yang dibagikan dari laba yang dihasilkan emiten, baik dibayarkan dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk saham.

    o Rights yang merupakan hak untuk memesan efek lebih dahulu yang diberikan oleh emiten.

    o Capital gain yang merupakan keuntungan yang diperoleh dari jual-beli saham di pasar modal.

    b. Dari Obligasi yang sesuai dengan syari’ah dapat berupa:

    o Bagi hasil yang diterima secara periodik dari laba emiten.

    c. Dari Surat Berharga Pasar Uang yang sesuai dengan syari’ah.

    d. Dari Deposito dapat berupa:

    o Bagi hasil yang diterima dari bank-bank Syari’ah.

    · Perhitungan hasil investasi yang dapat diterima oleh Reksa Dana Syari’ah dan hasil investasi yang harus dipisahkan dilakukan oleh Bank Kustodian dan setidak-tidaknya setiap tiga bulan dilaporkan kepada Manajer Investasi untuk kemudian disampaikan kepada para pemodal dan Dewan Syari’ah Nasional

    G. Problematika reksa dana syariah

    Tidak dipungkiri, dengan melihat perkembangan industry pasar modal syariah yang masih baru, masih sangat dimungkinkan jika pengaruh cara pandang ekonomi konvesional masih kental terasa. Namun hal ini tidak seharusnya menjadikan umat dan pelaku pasar muslim bersikap permisif serta tidak kritis untuk menilai ulang fakta yang ada. Sesungguhnya inilah yang merupakan tantangan bagi kosep dan system ekonomi islam untuk dpat membuktikan diri secara aplikatif mampu menjadi system alternative ekonomi umat.

    Terlepas apapun tentang sekuritas syariah yang terdepat di tengah masyarakat, adalah menjadi tugas bersama untuk memperbaiki dan bahkan menyusun kembali sekuritas ini sesuai dengan prinsip syariah yang sebenarnya, sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi umat.

    DAFTAR PUSTAKA

    Djalzuli, janwari. lembaga-lembaga perekonomian umat. Jakarta: PT raja Grasindo, 2002

    Hosen, Nadratuzzaman. Materi dkawah ekonomi islam. Jakarta: Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah.2008

    FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 20/DSN-MUI/IV/2001

    www.reksadana.com

  • REKSADANA SYARIAH

    Posted on Mei 5th, 2009 fahri arifin No comments

    REKSADANA SYARIAH

    MAKALAH INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

    LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH NONBANK

    Disusun Oleh kelompok VII kelas IV B NR:

    Muhamad Zikri

    Suyatno

    Umu Aeman

    PROGRAM STUDI PERBANKKAN SYARI’AH

    JURUSAN MUAMALAH

    FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM

    UIN SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2008/1428 H

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan Taufik dan Rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan penyusunannya, sehingga diharapkan dapat membantu para Mahasiswa/i dalam penguasaan dan penyampaian pelajarannya. Di dalam makalah ini, penulis hanya dapat menjelaskan tentang Peluang dan Tantangan Ekonomi Syariah Indonesia”.

    Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bpk., selaku pembimbing dan kepada semua teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

    Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kepada Bapak pembimbing khususnya dan teman-teman pada umumnya untuk memberikan saran dan kritik dalam rangka penyempurnaan makalah ini.

    Hanya kepada Allah SWT, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi Mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) beserta pembacanya.

    DAFTAR ISI

    BAB I : PENDAHULUAN

    BAB II : PEMBAHASAN

    A. Pengertian, Sejarah, Dasar Hukum dan Tujuan Berdirinya

    B. Prinsip Transaksi dan Aplikasinya

    C. Jenis Produk dan Mekanisme Operasionalnya

    D. Legalitas Hukum

    E. Perkembangan dan Pertumbuhan Reksadana Syariah di Indonesia

    F. Prospek, Kendala dan Strategi Pengembangannya

    BAB III : PENUTUP

    Kesimpulan

    PENDAHULUAN

    Dewasa ini investasi merupakan solusi bagi pemilik modal dalam mengembangkan hartanya. Dalam berinvestasi ini banyak jalan yang bisa dilalui, baik dilakukan oleh pemilik modal sendiri maupun diserahkan kepada pihak lain untuk diinvestasikan. Pada saat pemilik modal tidak bisa menjalankan usahanya sendiri, maka usaha dilakukan oleh pihak lain.

    Pengalokasian modal kepada pihak lain itu bisa disalurkan pada orang perorang yang bersifat individual atau disalurkan kepada lembaga atau badan usaha. Badan usaha yang dijadikan tempat investasi itu dapat berupa lembaga ekonomi maupun keuangan. Lembaga keuangan itu sendiri bisa berupa lembaga keuangan yang menyelenggarakan kegiatan perbankan atau kegiatan non perbankan. Sedangkan reksadana itu sendiri dapat dikategorikan lembaga keuangn non perbankan yang bisa dijadikan sebagai tempat investasi bagi para pemilik modal.

    PEMBAHASAN

    A. Pengertian, Sejarah, Dasar Hukum dan Tujuan Berdirinya

    1. Pengertian

    Secara bahasa reksadana tersusun dari dua konsep, yakni konsep ‘reksa’ yang berarti jaga atau pelihara dan konsep ‘dana’ yang berarti (himpunan) uang. Dengan demikian, secara bahasa reksadana berarti kumpulan uang yang dipelihara.

    Sedangkan secara istilah reksadana adalah sebuah wadah dimana masyarakat dapat menginventasikan dananya dan oleh pengurusnya (manajer investasi) dana itu diinvestaikan ke portofolio efek.[1] Reksadana merupakan .jalan keluar bagi para pemodal kecil yang ingin ikut serta dalam pasar modal dengan modal minimal yang relative kecil dan kemampuan menanggung risiko yang sedikit.

    2. Sejarah

    Di Indonesia reksadana muncul pada tahun 1977 seiring dengan aktifnya pasar modal, yang kemudian dilegitimasi lagi dengan lahirnya UU No.8 tahun 1995 tentang pasar modal. Setelah itu, investasi reksadana semakin hari semakin meningkat dan tumbuh subur, terutama sejak tahun 1996 di mana pada tahun tersebut oleh Bapepam dicanangkan sebagai tahun reksadana di Indonesia.

    Sejalan dengan perkembangan itu, sebagaian masyarakat muslim Indonesia memandang bahwa di dalam mekanisme reksadana masih ditemukan unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat Islam, terutama unsure riba an gharar. Untuk mengantisipasi unsu-unsur tersebut dengan tetap umat Islam bias menginventasikan dana melalui reksadana yang mengacu pada prinsip-prinsip syariah, yang kemudian menjelma menjadi reksadana syariah.

    3. Dasar Hukum

    Al – hadits

    Al –Qur’an

    Syariah

    Hokum dan aturan yang berisi perintah dan larangan dan ditetapkan oleh Allah SWT kepada Hamba-Nya

    Fiqih

    Penafsiran ulama terhadap syari’ah

    Ibadah

    Hubungan Manusia dengan Allah

    Semua TIDAK BOLEH dilakukan KECUALI yang perintah atau ketentuan

    Muamalah

    Hubungan manusia dengan manusia

    Semua BOLEH dilakukan KECUALI jelas ada larangannya

    Prinsip syari’ah di reksadana

    [2]

    Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman agar memenuhi akad yang mereka lakukan seperti disebutkan dalam al-Qur’an:

    $yg•ƒr¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qèù÷rr& ϊqà)ãèø9$$Î/ 4

    “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu” (QS. Al-Maaidah (5):1)

    Syarat-syarat yang berlaku dalam akad, adalah syarat-syarat yang ditentukan sendiri oleh kaum mislim, selama tidak melanggar ajaran Islam. Dalam berakad juga harus mengikuti hokum yang telah digariskan oleh Allah SWT disebutkan dalam al-Qur’an:

    $yg•ƒr¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#þqè=à2ùs? Nä3s9ºuqøBr& Mà6oY÷t/ È@ÏÜ»t6ø9$$Î/ HwÎ) br& šcqä3s? ¸ot»pgÏB `tã <Ú#ts? öNä3ZÏiB 4 Ÿwur (#þqè=çFø)s? öNä3|¡àÿRr& 4 ¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3Î/ $VJŠÏmu‘ ÇËÒÈ

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil kecuali jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu” (QS. An-Nissa (4) : 29)

    4. Tujuan Berdirinya

    Pada dasarnya, reksadana syariah sama dengan reksadana konvensional, yang bertujuan mengumpulkan dana dari masyarakat, yang selanjutnya dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan pada instrumen-instrumen di pasar modal dan pasar uang. Instrumen itu seperti halnya saham, obligasi, deposito, sertifikat deposito, valuta asing dan surat utang jangka pendek (commercial paper). Reksadana Syariah ini termasuk dalam kategori reksadana terbuka (kontrak investasi kolektif).[3]

    B. Prinsip Transaksi dan Aplikasinya

    1. Prinsip Dasar Transaksi Syariah

    · Semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkanya

    · Asas kebebasan membuat kontrak berdasarkan kesepakatan dan kewajiban memenuhi akad

    · Pelaksanaan transaksi haris dilakukan menurut rinsip kehati-hatian serta tidak diperbolehkan melakukan spekulasi yang didalamnya mengandung unsur riba, gharar, maysir, dan zhulm

    · Menjungjung Etika (Akhlak) dalam bertransaksi

    · Melakukan pencatatan (dokumentasi) atau penulsan

    perjanjian/akad untuk transaksi tidak tunai[4]

    2. Aplikasinya

    Sesuai dengan prinsip operasional, maka pelaksanaan infestasi yang dilakukan oleh mananjemen infestasi sebagai pengelola reksadana menggunakan prinsip mudharabah dan qiradh. Di reksadana syariah ini memeiliki beberapa karakterisitk pertama, pemodal sebagai rab Al-mal ikut menanggung resiko yang dialami manajer infestasi sebagai amil, kedua, manajer infestasi sebagai amil tidak menanggung resiko kerugian atas investasi kalau kerugian tersebut bukan disebabkan karena kelalaianya. Ketiga, keuntungan dala (ribh) dibagi antara pemodal dengan manajer investasi sesui dengan proporsi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Dengan demikian, investasi yang dilakaukan manajemen investasi hanya pada instrumen keuangan yang sesuai dengan syariat islam. Dalam ”pedoman pelaksanaan investasi untuk reksadana syariah” yang dikeluarkan dewan pengawas syariah PT Danareksa Invesment manajment pasal 7 ayat 2 disebutkan bahwa menurut sistem perekonomian Indonesia pada saat ini dan berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal, instrumen keuangan hanya meliputi:

    1. instrumen saham yang sudah melalui penawaran umum dan pembagian dividen didasarkan pada tingkat laba usaha.
    2. Penempatan dalam deposito pada Bank Umum Syariah
    3. Surat hutang jangka panjang baik berupa obliasi maupun surat hutang lainnya berdasarkan bagi hasil atau murabahah, dan
    4. Surat hutang jangka pendek yang telah lazim diperdagangkan diantara lembaga keuangan syariah, termasuk jualm beli hutang (bai’ al-dayn) dengan harga yang tidak lebih rendah dari pokoknya.

    C. Jenis Produk dan Mekanisme Operasionalnya

    1. Jenis Produk

    Berdasarkan konsentrasi portofolio reksadana yang dikelola oleh manajer investasi dapat dibedakan beberapa jenis reksa dana:

    a. reksadana pasar uang adalah reksadana yang hanya melakukan investasi pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

    b. Reksadana penetapan tetap adalah reksadana yang melakukan infestasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat hutang

    c. Reksadana saham adalah reksadana yang melakukan infestasi sekurang-kurangnya 80% dari dalam efek bersifat ekuitas.

    d. Reksadana campuran adalah reksadan yang melakukan infestasi dalam efek bersifat ekuitas dan bersifat hutang yang ysng perbsndinganya tidak termaksud dalam kategori yang disebut pada butir B dan C di atas.[5]

    2. Mekanisme Operasionalnya

    · Mekanisme operasional dalam Reksa Dana Syari’ah terdiri atas:

    a. Antara pemodal dengan Manajer Investasi dilakukan dengan sistem wakalah, dan

    b. Antara Manajer Investasi dan pengguna investasi dilakukan dengan sistem mudharabah.

    Karakteristik sistem mudarabah adalah:

    · Pembagian keuntungan antara pemodal (sahib al-mal) yang diwakili oleh Manajer Investasi dan pengguna investasi berdasarkan pada proporsi yang telah disepakati kedua belah pihak melalui Manajer Investasi sebagai wakil dan tidak ada jaminan atas hasil investasi tertentu kepada pemodal.

    · Pemodal hanya menanggung resiko sebesar dana yang telah diberikan.

    · Manajer Investasi sebagai wakil tidak menanggung resiko kerugian atas investasi yang dilakukannya sepanjang bukan karena kelalaiannya (gross negligence/tafrith)

    D. Legalitas Hukum

    Reksadana syariah didirikan dalam bentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK), berdasarkan UU No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Bapepam mengesahkan keberadaan reksadana syariah pada tanggal 12 Juni tahun 1997 yang dibuat dihadapan Notaris Djedjem Wijaya, SH di Jakarta antara PT Danareksa Fund Management sebagai Manajer Investasi dengan Citibank N.A. Jakarta sebagai Bank Kustodian. PT Danareksa Fund Management sendiri, sebarai manajer investasi, didirikan pada tanggal 1 Juli 1992, yang kemudian dilegitimasi oleh Mentri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan nomor C2/7283.HT.01.TH.92 tanggal 3 September 1992.

    E. Perkembangan dan Pertumbuhan Reksadana Syariah di Indonesia

    Sejak secara resmi Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) meluncurkan prinsip pasar modal syariah pada tanggal 14 dan 15 Maret 2003 dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara Bapepam dengan Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), maka dalam perjalanannya perkembangan dan pertumbuhan transaksi efek syariah di pasar modal Indonesia terus meningkat. Harus dipahami bahwa ditengah maraknya pertumbuhan kegiatan ekonomi syariah secara umum di Indonesia, perkembangan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia masih dianggap belum mengalami kemajuan yang cukup signifikan, meskipun kegiatan investasi syariah tersebut telah dimulai dan diperkenalkan sejak pertengahan tahun 1997 melalui instrumen reksa dana syariah serta sejumlah fatwa DSN-MUI berkaitan dengan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Saat ini aset reksa dana syariah baru mencapai 2% jika dibandingkan dengan aset reksa dana konvensional yang mencapai 98%. Hingga akhir tahun ini diharapkan asetnya bisa mencapai 5%, untuk menyamai pertumbuhan reksadana konvesnsional, dibutuhkan waktu 2-3 tahun, jadi wajar masih butuh waktu.

    F. Prospek, Kendala dan Strategi Pengembangannya

    1. Prospek

    Pasar reksadana syariah saat ini makin menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Sejak dari kegiatan perbankan dan investasi syariah yang baru muncul beberapa tahun belakangan, pertumbuhan reksa dana syariah terus mengalami kenaikan.Aset reksadana syariah nasional tahun 2009 diproyeksi tumbuh di atas 10% menjadi sekitar Rp 2,08 triliun. Jumlah tersebut diproyeksi akan terus meningkat dengan makin banyaknya investor yang kini mulai melirik berinvestasi di reksa dana syariah yang dianggap lebih menguntungkan.

    2. Kendala

    Tingkat pengetahuan dan pemahaman pelaku pasar modal dan pemodal terhadap prinsip syariah masih kurang. Banyak di antara mereka yang menganggap bahwa prinsip syariah ini terkait dan hanya untuk kepentingan umat Islam. Padahal, prinsip tersebut terbuka untuk digunakan oleh semua pihak. Kendala lainnya antara lain, informasi tentang pasar modal syariah juga masih sangat terbatas, pola kelembagaan atau institusi dalam rangka pengawasan masih dianggap sebagai disinsentif oleh para pelaku.

    3. Strategi

    Bapepam berupaya untuk melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi kendala tersebut. Salah satunya, adalah dengan menetapkan pengembangan pasar modal syariah sebagai salah satu sasaran dalam Master Plan Pasar Modal Indonesia 2005-2009. Dengan demikian, yang akan berperan dalam hal ini tidak hanya Bapepam namun juga pemerintah secara umum.

    PENUTUP

    Reksa dana merupakan jalan keluar bagi para pemodal kecil yang ingin ikut serta dalam pasar modal dengan modal minimal yang relatif kecil dan kemampuan menanggung resiko yang sedikit. Reksa dana memiliki andil yang amat besar dalam perekonomian nasional karena dapat memobilisasi dana untuk pertumbuhan dan pengembangan perusahaan-perusahaan nasional, baik BUMN maupun swasta. Disisi lain, reksa dana memberikan keuntungan kepada masyarakat berupa keamanan dan keuntungan materi yang meningkatkan kesejahteraan material.

    DAFTAR PUSAKA

    Siamat, Dahlan. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga penerbit fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.2004

    Sudarsono, Heri. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Yogyakarta: Ekonosia. 2007

    SID kantor pusat danareksa jakarta

    www.herry_s@bapepam.go.idcom

    www.reksadana.com


    [1] Heri Sudarsono. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. (Yogyakarta: Ekonosia, 2007) hal

    [2] herry_s@bapepam.go.id

    [3] pkesinteraktif.com

    [4] herry_s@bapepam.go.id

    [5] Dahlan Samat. Manajemen Lembaga Keuangan.(Jakarta: Lembaga penerbit Fakultas Ekonomi UI,2004) hal 259