blog ekonomi syariah zakat wakaf kawafi
RSS icon Email icon Home icon
  • Wakaf

    Posted on April 20th, 2010 Usman Mohammad Huda No comments

    WAKAF

    MAKALAH

    Diajukan untuk Memenuhi Tugas LEMBAGA KEUANGAN NON BANK


    Disusun oleh:

    AHMAD AL-GHAZALI

    ARIEF TRIANDI ARZA

    TITI ERNAWATI

    .

    PROGRAM STUDI MUAMALAT

    KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH

    FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    .

    Latar Belakang

    Pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan secara terus menerus, menuntut kita untuk mencari alternatif solusi yang dapat mendorong nya lebih cepat. Dan salah satu alternatif solusi itu adalah mobilisasi dan optimalisasi peran wakaf secara efektif serta professional.

    Tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga amil zakat, terlebih setelah lahirnya Undang-Undang tentang Zakat, dan Undang-Undang tentang Wakaf, membuktikan bahwa peran dan potensi ummat dalam pembangunan sangatlah potensial. Demikian pula dengan keberadaan lembaga wakaf.

    Oleh karenanya, secara pasti dibutuhkan peran Nazhir Wakaf (Pengelola Wakaf) yang amanah dan profesional sehingga penghimpunan, pengelolaan dan pengalokasian dana wakaf menjadi optimal. Meski saat ini, kebutuhan akan adanya nazhir wakaf masih belum mendapat perhatian utama dari ummat.

    WAKAF

    1. Pengertian Wakaf

    Adapun pengertian wakaf sebagai berikut:[1]

    v    Secara etimologi:

    Kata wakaf berasal dari bahasa arab al-waqf bentuk mashdar (kata benda) dari kata kerja waqafa –yaqifu-waqfan yang berarti menahan, mencegah, menghentikan dan berdian di tempat.

    Al-Fazh At-Tanbih mengartikan wakaf  sebagai penahanan harta yang bisa dimanfaatkan dengan tetap menjaga keutuhan barangnya, terlepas dari  campur tangan wakif atau lainnya, dan hasilnya disalurkan untuk kebaikan semata-mata, untuk taqarrub kepada Allah SWT.

    v    Secara terminologi:

    ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan waqaf secara istilah

    • Imam Abu Hanifah menefinisikan “Menahan suatu benda yang kepemilikannya tetap dimiliki oleh sipewakaf, akan tetapi manfaatnya disedekahkan untuk kepentingan umum”.
    • Ulama malikiyyah mendefinisikan wakaf sebagaimana deinisi yang diungkapkan oleh ulama hanafiyyah yaitu tidak lepasnya kepemilikan bagi sipewakaf, akan tetapi memberikan hak kepada pihak penerima wakaf untuk menjual objek wakaf tersebut dengan 2 syarat; pertama dipersyaratkan diawal hak tersebut kepada penerima wakaf, kedua ada alasan yang mendesak untuk melakukan hal tersebut .
    • Ulama hanabillah mendefinisikan wakaf adalah “menahan asal dan mengalirkan hasilnya” demikian ibnu qudamah dalam al mughni. Definisi ini dianggap paling umum dan menjadi definisi pilihan.
    1. Sejarah wakaf

    Dalam sejarah islam, wakaf dikenal sejak masa Rasululah SAW karena wakaf disyariatkan setelah Nabi SAW berhijrah ke Madinah, pada tahun kedua hijriyyah. Wakaf dimasa awal antara lain:[2]

    ¨    Rasulullah SAW pada tahun ketiga hijriyyah pernah mewakafkan tujuh kebun kurma Kurma di Madinah; diantaranya ialah kebon a’rof, shafiyah, dalal, barqah dan kebon lainnya.

    ¨    Wakaf pertama adalah dengan pembangunan Masjid Quba

    ¨    Pewakafan sumur Rawmah oleh ‘Utsman

    ¨    Pewakafan kebun-kebun Mukhairiq (7 lahan)

    ¨    Wakaf ‘Umar radhiyallahu ‘anhu terhadap tanahnya di Khaibar.

    ¨    Wakaf alat-alat pertanian dari    Khalid bin Walid

    ¨    Wakaf kebun Bairuha’dari Abu Thalhah

    ¨    Wakaf kebun di Yanba dan Wadi Al Qura dari Ali bin Abi Thalib

    1. Dasar Hukum Wakaf

    v       QS : Ali ‘Imran 92

    OҊÎ=tæ¾ÏmÎ/ ¨ ©!$# ¨bÎ*sù ©&äóÓx« `ÏB & #qà)ÏÿZè?  $tBur cq™6ÏtéB$£JÏBÓ®LymŽÉ9ø9$#qä9$oYs?`s9

    “Kamu tidak sekali-kali akan dapat mencapai (hakikat) kebajikan dan kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu dermakan sebahagian dari apa Yang kamu sayangi. dan sesuatu apa jua Yang kamu dermakan maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya”

    v       QS : Al-Baqarah 261

    @Î/$uZy™ ìö7y™ ôMtFu;/Rr&Ÿp¬6ym È@sVyJx. «!$# È@‹Î6y™ ’Îû t óOßgs9ºuqøBr& tbqà)ÏÿZム ótûïÏ%©!$#  @sW¨B

    íOŠÎ=tæ  ììřºur í ª!$#ur âä!$t±o„ß  `yJÏ9 #Ï軟Òムâä!$t±o„  !$# urp¬6ym èps($ÏiB 7’s#ç7/Yߙ Èe@ä.’Îû

    “Bandingan (derma) orang-orang Yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih Yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji. dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa Yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi meliputi ilmu pengetahuanNya”

    v    Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah saw.bersabda: “Jika bani Adam meninggal dunia, maka terputuslah segalah amal perbuatannya, kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak sholeh yang mendoakannya.

    v    Hadits riwayat Imam Bukhori dari ‘Amr bin Harits, ia berkata: “Rasulullah saw. Tidak meninggalkan harta kecuali seekor Bighol, sebilah pedang dan sebidang tanah untuk shodaqoh (wakaf)”;

    v    Hadits riwayat Imam Muslim dari Ibn Umar, ia berkata: “Umar mempunyai tanah di Khaibar, kemudian ia datang kepada Rasulullah saw. meminta untuk mengolahnya, sambil berkata:

    Ya Rasulullah, aku memiliki sebidang tanah di Khaibar, tetapi aku belum mengambil manfaatnya, bagaimana aku harus berbuat? Rasulullah bersabda: Jika engkau menginginkannya tahanlah tanah itu dan shodaqohkan hasilnya. Tanah tersebut tidak boleh dijual atau diperjualbelikan, dihibahkan atau diwariskan. Maka ia menshodaqohkannya kepada fakir miskin, karib kerabat, budak belian, dan ibnu sabil. Tidak berdosa bagi orang yang mengurus harta tersebut untuk menggunakan sekedar keperluannya tanpa maksud memiliki harta itu”.

    1. Prinsip Pengelolaan Wakaf
    • Seluruh harta benda wakaf , termasuk wakaf uang tunainya harus diterima sebagai sumbangan dari wakif dengan status wakaf sesuai dengan syariah, dengan Tabung Wakaf Indonesia pengelolanyat atas nama Wakif.
    • Wakaf dilakukan dengan tanpa batas waktu, dan rekeningnya harus terbuka dengan nama yang ditentukan oleh Wakif.
    • Wakif mempunyai kebebasan memilih tujuan-tujuan sebagaimana tercantum dalam program yang ditawarkan Tabung Wakaf Indonesia yang diperkenankan oleh Syariah.
    • Wakaf tunai selalu menerima pendapatan dengan tingkat keuntungan tertinggi yang ditawarkan.
    • Jumlah harta wakaf tetap utuh dan hanya keuntungannya saja yang akan dibelanjakan untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan oleh Wakif. Bagian keuntungan yang tidak dibelanjakan akan secara otomatis ditambahkan pada wakaf dan profit yang diperoleh akan bertambah terus.
    • Wakif dapat meminta Tabung Wakaf Indonesia mempergunakan keseluruhan
    • keuntungannya untuk tujuan-tujuan yang telah ia tentukan.
    • Wakif dapat memberikan Wakaf Uang untuk sekali saja, atau ia dapat juga menyatakan akan memberikan sejumlah wakaf dengan cara melakukan deposit atau setoran baik untuk pertama kalinya, dan / atau selanjutnya dalam jumlah yang disepakati oleh Wakif.
    • Wakif dapat juga meminta kepada Tabung Wakaf Indonesia untuk merealisasikan wakaf tunai pada jumlah tertentu untuk dipindahkan dari rekening Wakif di bank lain pada Tabung Wakaf Indonesia.
    • Atas setiap setoran Wakaf Tunai harus diberikan tanda terima dan setelah jumlah wakaf tersebut mencapai jumlah yang ditentukan, barulah diterbitkan sertifika
    1. Jenis Wakaf Dalam Sudut Pandangan Ekonomi
    • Al-awqof al-mubasyarah (wakaf-wakaf langsung) yaitu wakaf yang memberikan layanan secara langsung kepada obyek wakaf
    • Al Awqof al-ististmary

    Harta wakaf untuk investasi

    1. Perkembangan Pengelolaan Wakaf Di Beberapa Negara Muslim

    Wakaf mengalami kemajuan dan pengelolaan yang semakin profesional di banyak negara muslim, sepertiArab Saudi, Mesir, Turki, Kuwait, dll.

    Harta wakaf digunakan untuk membangun rumah sakit, hotel, sekolah, super market, kebun,persawahan, jembatan, jalan,dan sarana umum lainnya. Bahkan tanah wakaf di  beberapa negara tersebut lebih dari ¾ menjadi lahan produktif di negara tersebut. Di Mesir dan kuwait bahkan APBN negara mereka ditopang oleh Wakaf, dan di Universitas Aljazair Kairo Mesir Mahasiswa bahkan dibiayai oleh negara dengan dana Wakaf.[3]

    Prof. Dr. Abdul Manan (Bangladesh) membuat terobosan baru dengan membuat Social Investment Bank Ltd (SIBL) yaitu sebuah bank sosial yang mengelola wakaf tunai. Walaupun Bangladesh termasuk negara miskin tetapi masyarakatnya cukup antusias dalam membayar wakaf, karena SIBL mengeluarkan sertifikat wakaf yang dapat digunakan untuk mengurangi pajak penghasilan orang yang sudah berwakaf, dan selain itu karena dana wakaf yang dikelola secara profesional dapat berperan dalam peningkatan perekonomian ummat islam bangladesh.

    1. Profil Lembaga

    Tabungan Wakaf Indonesia merupakan lembaga wakaf yang didirikan oleh Dompet  Dhuafa dan diresmikan pada tanggal 14 Juli 2005. Berperan sebagai lembaga yang melakukan sosialisasi,  edukasi dan advokasi wakaf kepada masyarakat sekaligus berperan sebagai lembaga penampung dan pengelola harta wakaf.

    • VISI

    Menjadi lembaga unggul dalam membangkitkan peran wakaf sebagai donasi abadi dan pembangkit ekonomi umat

    • MISI
      • Mendorong peran wakaf sebagai donasi memberikan manfaat yang mengalir abadi
      • Mendorong pertumbuhan ekonomi umat
      • Optimalisasi peran wakaf dalam sektor sosial dan ekonomi produktif
    1. Alokasi Harta Wakaf
    • Produktif

    Menyalurkan dana wakaf untuk sektor ekonomi real khususnya kegiatan yang mempunyai manfaat besar untuk ummat.

    Surplus / hasil dari wakaf tersebut disalurkan untuk mauquf ‘alaih (penerima manfaat wakaf) berupa pembiayaan program bantuan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi untuk kaum dhuafa.

    1. Struktur Organisasi
    • Dewan Syariah
    • Dewan Pembina
    • Presiden Direktur Dompet Dhuafa
    • Directur Tabung Wakaf Indonesia
    • Manajer Program dan Grant Management
    • Manajer Fundrising
    • Manajer Keuangan
    • Manajer HRD dan Legal
    1. Perundang-undangan Wakaf
    • UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF
    • Peraturan Menteri Agama No. 1 Tahun 1978
    • PP No.42/2006 tentang Pelaksanaan UU Wakaf
    1. Kontribusi Wakaf Bagi Perekonomian Umat

    Pengembangan wakaf uang memiliki nilai ekonomi yang strategis

    1. wakaf uang jumlahnya bisa bervariasi sehingga seseorang yang memiliki dana terbatas sudah bisa mulai memberikan dana wakafnya tanpa harus menunggu menjadi orang kaya
    2. melalui wakaf uang, aset-aset wakaf yang berupa tanah-tanah kosong bisa mulai dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau diolah untuk lahan pertanian.
    3. dana wakaf uang  juga bisa membantu sebagian lembaga-lembaga pendidikan Islam yang cash flow-nya kembang-kempis dan menggaji civitas akademika ala kadarnya.
    4. dana waqaf uang  bisa memberdayakan usaha kecil yang masih dominan di negeri ini (99,9 % pengusaha di Indonesia adalah usaha kecil). Dana yang terkumpul dapat disalurkan kepada para pengusaha tersebut dan bagi hasilnya digunakan untuk kepentingan sosial
    5. dana waqaf uang  dapat membantu perkembangan bank-bank syariah, Keunggulan dana waqaf, selain bersifat abadi atau jangka panjang, dana waqaf adalah dana termurah yang seharusnya menjadi incaran bank-bank syariah.
    1. Prospek pengelolaan wakaf

    Tabungan Wakaf Indonesia Dumpet Dhuafa ini semakin hari menunjukan perkembangan yang bagus, dimana wakif yang terdaftar semakin bertambah dan lumayan banyak, dan pendaptan pun semakin bertambah.

    dan kedepan TWI berencana mendirikan bangunan-bangunan dan usaha-uasah yang produktif yang dapat meningkatkan pedapatan sehingga dapat mandiri dan berdiri sendiri dan membentuk cabang-cabang baru.

    1. Strategi Pegelolan Wakaf

    Strategi yang dlakukan TWI adalah mensosialisasikan dan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang wakaf dan mempromosikan lembaganya beserta kegiatan-kegiatan  dan produk-produk yang sudah dihasilkan melalui media, sehingga dapat menggugah hati  masyarakat  untuk membayar wakaf.

    1. Analisis SWOT
    • strong:kekuatan
    • TWI memiliki strategi yang bagus dan program-program yang nyata dan bermanfaat dan dapat langsung dilihat dan dirasakan masyarakat, selalu berinovasi dalam mengumpulkan dana dari waqif.
    • Waeknes : kelemahan
    • Karena baru berdiri TWI masih belum memiliki aset yang mencukupi untuk berdiri sendiri sehingga masih bergantung pada Dompet Dhuafa, dan belummemiliki cabang sama sekali untuk untuk mengembangkan jaringan. Dan SDM yang masih muda-muda yang belum terlalu banyak memiliki pengalaman dan organisai yang belum tertata.
    • Oprtunity : peluang
    • tentunya dengan adanya lembga wakaf ini, memberikan peluang pekerjaan dan uasaha baik bagi nadzir maupun masyarakat, sehingga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian.
    • Threath : tantangan dan hambatan
    • Karena baru berdiri , TWI harus banyak belajar, sosialisasi dan memperluas jaringan  serta membangun kepercayaan. Dan yang paling penting memberi pemahaman kepada masyarakat  luas yang banyak belum paham dengan wakaf.

    DAFTAR PUSTAKA

    Al-Alabij, Adijani. Perwakafan Tanah di Indonesia dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Grafindo. 2007.

    Ridho, Taufik. Panduan Wakaf Praktis. Jakarta: Tabungan Wakaf Indonesia. 2006

    www.bpkp.go.id


    [1] Drs. H. Adijani Al-Alabij, Perwakafan Tanah di Indonesia dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Grafindo, 2002)

    [2] Dipl. Ec. Taufik Ridho, LC., Panduan Wakaf Praktis, (Jakarta: Tabungan Wakaf Indonesia, 2006)

    [3] Ibid.

    Leave a reply