blog ekonomi syariah zakat wakaf kawafi
RSS icon Email icon Home icon
  • Mudharabah

    Posted on Oktober 17th, 2011 mizan sukroni No comments

    TUGAS MAKALAH

    Produk-produk perbankan syariah

    (pembiayaan Mudharabah)

    Disusun oleh :

    Asma Nurhayati

    Allifiana Rhamadhani

    Farhan Azhar

    Kelas : PS  5 – E

    PRODI MUAMALAT JURUSAN PERBANKAN SYARI’AH

    FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM

    UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

    TAHUN AJARAN 2011/2012

    1. 1. Pengertian Mudharabah

    Mudharabah berasal berasal dari kata dharb, berarti menukul atau berjalan. Pengertian memukul atau berjalan ini lebih tepatnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha.

    Secara teknis al-mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua belah pihak dimana pihak pertama (sahobul maal) menyediakan seluruh(100%) modal, sedangkan pihak lainnya sebagai pengelola. Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi berdasarkan kesepakatan yang dituangkan kedalam kontrak, sedangkan pihak rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola. Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola, si pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.[1]

    1. 2. Landasan Hukum Mudharabah

    Ulama fiqih sepakat bahwa mudharabah disyariatkan dalam islam berdasarkan dalam islam berdasarkan Al-quran, sunah, ijma’, dan qiyas.

    1. Al-quran

    “… dan dari orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia allah SWT….” (Qs al-mujammil:20)

    Yang menjadi wajhud-dilalah atau argument dari surah al muzzammil:20 adalah adanya kata yadhribun yang sama dengan akar kata mudharabah yang berarti melakukan sesuatu perjalanan usaha.

    10.  Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.(QS. Al-jumu’ah:10)

    198.  Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. (QS.Al baqarah:198)

    Surah al jumu’ah :10 dan al- Baqarah:198 sama –sama mendorong kaum muslimin utuk melakukan upaya perjalanan usaha.

    .

    1. As-sunah

    “tiga perkara yang mengandung berkah adalah jual beli yang ditangguhkan , melakukan qiradh, dan yang mencampurkan gandunm dengan jelas untuk keluarga ,bukan untuk diperjual belikan.”(HR. Ibnu Majah dari Shuhaib)

    1. Ijma’

    Di antara ijma dalam mudharabah adanya riwayat yang mengatakan bahwa jemaah dari sahabat menggunakan harta anak yatim untuk mudharabah , perbuatan tersebut tidak ditentang oleh sahabat lainnya.

    1. Qiyas

    Mudharabah diqiyaskan kepada al musyaqah(menyuruh seseorang untuk mengelolah kebun). Selain di antara manusia ada yang miskin dan ada yang kaya . di satu sisi banyak orang kaya yang tidak dapat mengusahakan hartanya. Di sisi lain banyak orang miskin yang mau bekerja tapi tidak memiliki modal. Dengan demikian, adanya mudharabah di tunjukkan antara lain untuk memenuhi kebutuhan kedua golongan di atas, yakni kemaslahatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka.[2]

    1. 3. Rukun Mudharabah
    • Dua orang yang melakukan aqad
    • Modal
    • Shighat
    • Pekerjaan
    • Laba
    1. 4. Jenis-Jenis Mudharabah

    Secara umum ,mudharabah terbagi menjadi dua jenis:

    1. a. Mudharabah muthlaqah, adalah bentuk kerjasama antara sahaibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis. Dalam pembahasan fiqih ulama salafus shaleh seringkali di contohkan dengan ungkapan if’al ma syi’ta(lakukanlah sesukamu) dari shahibul maal ke mudharib yang member kekuasaan sangat besar.
    2. b. Mudharabah muqayadah atau disebut juga dengan istilah restricted mudharabah (specified mudharabah),adalah  kebalikan dari mudharabah muthlaqah. Si mudharib dibatasi dengan jenis usaha, waktu, atau tempat usaha. Adanya pembatasan ini seringkali mencerminkan kecenderungan umum si shahibul maal dalam memasuki jenis dunia usaha.
    3. 5. Aplikasi Dalam Perbankan

    Al-mudharabah biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan dan pendanaan.

    • Pada sisi  penghimpunan dana ,al mudharabah diterpkan pada :
    1. a. Tabungan berjangka, yaitu tabungan yang diamaksutkan untuk tujuan khusus, seperti tabungan haji, tabungan kurban, dan sebagainya; depositi biasa;
    2. b. Deposito special(special investment), di mana dana yang dititipkan nasabah khusus untuk bisnis tertentu, misalnya mudharabah saja atau ijarah saja.
    • Adapun pada sisi pembiayaan, mudharabah ditetapkan untuk:
    1. Pembiayaan modal kerja, seperti modal kerja perdagangan dan jasa;
    2. Investasi khusus, disebut juga mudharabah muqayadah, dimana sumber dana khusus dengan penyaluran yang khusus dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh shahibul maal.
    3. 6. Manfaat Mudharabah
    4. Bank akan menikmati peningkatan bagi hasil pada saat keuntungan usaha nasabah meningkat.
    5. Bank tidak berkewajiban membayar bagi hasil kepada nasabah pendanaan secara tetap, tetapi disesuaikan dengan pendapatan/ hasil usaha bank sehingga bank tidak akan pernah mengalami negative spread
    6. Pengembalian pokok pembiayaan disesuaikan denagan cash flow/ arus kas usaha nasabah sehingga tidak memberatkan nasabah
    7. Bank akan lebih selektif dan hati-hati (prudent) mencari usaha yang benar-benar halal, aman, dan menguntungkan karena keuntungan yang konkret dan benar-benar terjadi itulah yang dibagikan.
    8. Prinsip bagi hasil dalam mudharabah / musyarakah ini bebeda dengan prinsip bunga tetap dimana bank akan menagih penerima pembiayaan(nasabah) satu jumlah bunga tetap berapapun keuntungan nasabah, sekalipun merugi dan terjadi krisis ekonomi.
    1. 7. Risiko Mudharabah

    Risiko yang terdapat dalam mudharabah, terutama dalam penerapannya dalam pembiayaan, relative tinggi diantaranya:

    1. Side streaming; nasabaah menggunakan dana itu bukan seperti yang disebut dalam kontrak;
    2. Lalai dan kesalahan yang disengaja;
    3. Penyembunyian keuntungan oleh nasabah bila nasabahnya tidak jujur[3]

    Secara umum aplikasi perbankan mudharabah dapat digambarkan dalam skema berikut ini

    Sekema mudharabah

    1. 8. Beberapa jenis usaha yang bisa dibiayai dengan pembiayaan mudharabah

    Dari pengamatan dilapangan ternyata banyak sekali jenis usaha yang cocok dan aman dibiayai dengan pembiayaan mudharabah. Dengan demikian, persoalan yang sebenarnya terletak pada keengganan pihak bank syariah untuk menghadapi resiko sekecil apapun. Menghindari resiko yang terlalu berlebihan tentu saja buakan sifat professional bankers. Untuk itu diperlukan latihan praktik yang dimulai dari jenis usaha yang tidak memerlulkan pembiayaan dalam jumlah besar terlebih dahulu. Berikut ini disajikan beberapa jenis usaha yang dapay dibiayai dengan pembiayaan mudharabah atas dasar prinsip profit and loss sharing.

    1. Pembiayaan mudharabah untuk usaha dagang

    Pada pembiayaan mudharabah untuk usaha dagang ini, jumlah modal yang disalurkan dapat dipergunakan untuk membeli alat peraga dan barang dagangannya serta biaya oprasional. Mudharib yang mendapat kesempatan dalam pembiayaan mudharabah ini sangat fleksibeldari pedagang asongan sampai pemilik kios distributor atau agen.

    1. Pembiayaan mudharabah untuk usaha foto kopi

    Pada pembiayaan mudharabah untuk usaha foto kopi, wartel dan warnet ini, jumlah modal yang disalurkan di pergunakan untuk membeli atau menyewa mesin-mesin dengan semua peralatan dan fasilitas yang diperlukan serta biaya oprasional. Jangka waktu pemyelesaian pembiayaan dan bagi hasil berfariasi tergantung kepada umur teknis dari mesin yang pengadaannya dibiayai oleh bank sebagai modal usaha. Mudharib yang mendapatkan kesempatan , dapat sangat fleksibel mulai dari penyewa kios dikampus atau di pasar sampai perusahaan yang berbadan hokum perseroan atau koprassi.

    1. Pada pembiayaan mudharabah untuk usaha jasa angkutan.

    Mudharib yang mendapat kesempatan , juga sangan fleksibel mulai dari perorangan(penarik ojek) sampai perusahaan angkutan umum yang berbentuk hokum perseroan atau koprasi.

    1. Pada pembiayaan mudharabah untuk usaha jasa konstruksi

    Pada pembiayaan mudharabah untuk usaha jasa konstruksi ini, jumlah modal yang disalurkan biasanya dalam bentuk plafon dana yang besarnya berfariasi tergantung pada besar kecilnya usaha yang akan dibiayai. Jangka waktu penyelesaian pembiayaan dan berbagai hasil dalam hal ini berfariasi tergantung kepada jangka waktu penyelesaian bagunan yang didirikan atau jangka waktu penyelesaian renovasi atau kontrak pemeliharaan. Mudharib yang mendapat kesempatan, dapat sangat fleksibel mulai dari pengusaha jasa, pemeliharaan gedung, sampai kontraktor yang membangun rumah tinggal dan gedung bertingkat.

    1. Pada pembiayaan mudharabah untuk usaha agro (agro bussines)

    Pada pembiayaan mudharabah untuk usaha agro ini, jumlah modal yang disalurkan dapat dipergunakan untuk membeli bibit dan pupuk serta biaya oprasional. Besarnya modal berfariasi tergantung kepada luasnya usaha agro yang akan dibiayai. Jangka waktu penyelesaian dan berbagi hassilnya pun berfariasi tergantung kepada jenis tanaman dan luas area yang digarap. Demikian pula mudharib yang mendapt kesempatan dapat sangat fleksibel, mulai dari petani kecil sampai perkebunan besar.[4]

    1. 9. Hasil Survey

    Bank Muamalat

    Pembiayaan Modal Kerja

    Pembiayaan Modal Kerja adalah produk pembiayaan yang akan membantu kebutuhan modal kerja usaha Anda sehingga kelancaran operasional dan rencana pengembangan usaha Anda akan terjamin.

    Peruntukkan :

    Perorangan (WNI) pemilik usaha dan badan usaha yang memiliki legalitas di Indonesia

    Fitur :

    1. Berdasarkan prinsip syariah dengan pilihan akad musyarakah, mudharabah, atau murabahah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan modal kerja
    2. Dapat digunakan untuk meningkatkan atau memenuhi tambahan omset penjualan dan membiayai kebutuhan bahan baku atau biaya-biaya overhead
    3. Jangka waktu pembiayaan disesuaikan dengan spesifikasi modal kerja
    4. Plafond mulai Rp 100 juta
    5. Untuk Nasabah perorangan akan dilindungi oleh asuransi jiwa sehingga pembiayaan akan dilunasi oleh perusahaan asuransi apabila Anda meninggal dunia
    6. Pelunasan sebelum jatuh tempo tidak dikenakan denda
    7. Dapat menggunakan skema revolving maupun non-revolving (bergantung karakteristik Nasabah)
    8. Dapat memanfaatkan pembiayaan rekening koran syariah sehingga lebih memudahkan Anda dalam mencairkan pembiayaan

    Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

    Individu

    1. Formulir permohonan pembiayaan untuk individu
    2. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga
    3. Fotocopy Surat Nikah (bila sudah menikah)
    4. Fotocopy NPWP
    5. Asli slip gaji & surat keterangan kerja (untuk pegawai/karyawan)
    6. Laporan keuangan/ laporan usaha 2 tahun terakhir
    7. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 6 bulan terakhir
    8. Fotocopy rekening telepon dan listrik 3 bulan terakhir
    9. Bukti legalitas jaminan (SHM/SHGB/BPKB/bilyet deposito/dll)
    10. Bukti-bukti purchase order atau Surat Perintah Kerja (SPK) jika ada

    Institusi/Perusahaan

    1. Surat permohonan pembiayaan dari manajemen/pengurus
    2. NPWP institusi yang masih berlaku
    3. Legalitas pendirian dan perubahannya (jika ada) dan pengesahannya
    4. Izin-izin usaha : SIUP, TDP, SKD, SITU, dan lainnya (jika dibutuhkan) yang masih berlaku
    5. Data-data pengurus perusahaan
    6. Laporan keuangan 2 tahun terakhir
    7. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 6 bulan terakhir
    8. Bukti legalitas jaminan (SHM/SHGB/BPKB/ bilyet deposito/dll)
    9. Bukti-bukti purchase order atau Surat Perintah Kerja (SPK) jika ada

    Pembiayaan Modal Kerja LKM Syariah (BPRS/BMT/Koperasi)

    Pembiayaan Modal Kerja Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah adalah produk pembiayaan yang ditujukan untuk LKM Syariah (BPRS/BMT/Koperasi) yang hendak meningkatkan pendapatan dengan memperbesar portfolio pembiayaannya kepada Nasabah atau anggotanya (end-user).

    Peruntukkan :

    Badan usaha Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Baitul Maal wat Tamwil (BMT), dan Koperasi yang dapat menjalankan skema syariah atas pembiayaan kepada anggotanya

    Fitur :

    1. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah atau musyarakah
    2. Digunakan untuk memperbesar modal dalam menyalurkan pembiayaan kepada Nasabah atau Anggota dengan pola executing (bank terlepas dari perikatan kepada end-user)
    3. Jangka waktu pembiayaan maksimal 5 tahun
    4. Plafond mulai Rp 100 juta
    5. Pelunasan sebelum jatuh tempo tidak dikenakan denda
    6. Dapat menggunakan skema revolving maupun non-revolving (bergantung karakteristik BPRS/BMT/Koperasi)

    Bukopin syariah

    Kerjasama antara pemilik modal dan pengelola untuk suatu usaha tertentu dengan kesepakatan bagi hasil

    a. Manfaat
    • Usaha 100% dibiayai oleh bank
    • Dapat digunakan untuk pembiayaan modal kerja usaha
    • Sistem bagi hasil sesuai hasil proyek/usaha
    • Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan cash-flow
    b. Ketentuan
    • Perorangan dan badan usaha
    • Jangka waktu sesuai penyelesaian proyek
    • Nilai guna agunan 125% dari plafond pembiayaan
    c. Akad
    • Akad yang digunakan adalah Mudharabah
    • Mudharabah adalah kerjasama antara Bank dengan nasabah, dimana pihak bank menyediakan seluruh modal dan nasabah sebagai pengelola dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah disepakati

    BNI Syariah

    BNI iB WIRAUSAHA
    BNI iB Wirausaha (iB diabaca aibi, = islamic Banking) ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan usaha Anda, dengan besarnya pembiayaan dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta yang diproses lebih cepat dan fleksibel sesuai dengan prinsip syariah.

    Jenis akad yang digunakan :
    Murabahah adalah prinsip jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati antara bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli.

    Mudharabah adalah kerjasama antara pihak bank sebagai penyedia dana 100 % sedangkan nasabah menjadi pengelola dana dengan keuntungan dibagi menurut kesepakatan nisbah bagi hasil.

    Musyarakah adalah kerjasama dalam penyertaan modal antara pihak bank dan nasabah dengan keuntungan dibagi menurut kesepakatan nisbah bagi hasil.

    Keunggulan :

    1. Proses lebih cepat dengan persyaratan mudah sesuai dengan prinsip syariah.
    2. Jangka waktu pembiayaan sampai dengan 7 tahun.
    3. Mendapatkan perlindungan asuransi jiwa gratis.
    4. Pembayaran angsuran melalui debet rekening secara otomatis dan dapat dilakukan di seluruhkantor cabang BNI.

    Persyaratan Umum :

    1. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun, dan usaha sesuai syariah
    2. Mengisi formulir aplikasi dengan melampirkan fotocopy.
      1. KTP suami/isteri dan kartu keluarga.
      2. Surat Nikah.
      3. NPWP.
      4. Pembiayaan sampai dengan Rp 150 juta dilengkapi dengan surat keterangan kelurahan/kecamatan.
      5. Untuk pembiayaan diatas Rp 150 juta dielngkapi dengan legalitas usaha.
      6. Bukti kepemilikan jaminan.

    BNI iB USAHA KECIL
    BNI iB Usaha Kecil (iB dibaca aibi = islamic Banking) adalah pembiayaan modal kerja atau investasi kepada pengusaha kecil sampai dengan Rp 10 miliar berdasarkan prinsip murabaha, musyarakah, mudharabah dan ijarah.

    Keunggulan :

    1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi ribawi.
    2. Akad murabahah akanmemudahkan anda mengelola keuangan karena besar angsuran tetap selama masa pembiayaan.
    3. Dengan akad mudharabah dan musyarakah akan memberikan rasa keadilan.
    4. Setoran angsuran dapat dilakukan di seluruh kantor cabang BNI.
    5. Variasi produk keuangan syariah yang lengkap untuk mendukung kegiatan usaha Anda.
    6. Pembiayaan dapat diberikan dalam mata uang Rupiah dan USD.

    Persyaratan Umum :

    1. Melampirkan aktivitas usaha.
    2. Identitas diri (KTP/SIM/Paspor).
    3. NPWP.
    4. Laporan aktivitas Keuangan Usaha.
    5. Menyerahkan jaminan.
    6. Kegiatan usaha telah berjalan minimal 2 tahun.

    Jenis akad BNI iB Usaha Kecil
    Jenis akad yang digunakan :
    Murabahah adalah prinsip jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati antara bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli.

    Mudharabah adalah kerjasama antara pihak bank sebagai penyedia dana 100 % sedangkan nasabah menjadi pengelola dana dengan keuntungan dibagi menurut kesepakatan nisbah bagi hasil.

    Musyarakah adalah kerjasama dalam penyertaan modal antara pihak bank dan nasabah dengan keuntungan dibagi menurut kesepakatan nisbah bagi hasil.

    Ijarah adalah perjanjian sewa suatu barang antara bank dengan nasabah

    BNI iB USAHA BESAR
    Sesuai dengan falsafah dasar ekonomi syariah yaitu bertransaksi dengan penuh keberkahan dan saling menguntungkan, maka produk-produk perbankan syariah didisain untuk melayani dunia usaha sehingga antara pemodal dan pengusaha dapat bertumbuh bersama-sama dalam prinsip keadilan.

    Pembiayaan Produktif dari BNI Syariah mendukung kemajuan usaha dengan cara mudah dan fleksibel berdasarkan prinsip – prinsip syariah. Cara kerja pembiayaan syariah hampir sama dengan cara kerja perbankan pada umumnya, sehingga masyarakat akan mendapati prosedur yang umum berlaku dan tidak rumit. Demikian pula dengan maksimum pembiayaan, BNI Syariah dapat membiayai korporasi yang memerlukan dana diatas Rp 10 milyar melalui BNI Pembiayaan Besar Syariah.

    BNI Pembiayaan Besar Syariah adalah Pembiayaan Modal Kerja atau Investasi kepada pengusaha menengah dan korporasi diatas Rp. 10 Milyar berdasarkan prinsip Murabahah, Mudharabah, Musyarakah dan Ijarah.

    Bank Mega Syariah

    Pembiayaan Bisnis Modal Kerja iB
    Pembiayaan Usaha Produktif Sesuai Syariah

    Pembiayaan Bisnis Modal Kerja iB dari Bank Mega Syariah adalah fasilitas pembiayaan dengan menggunakan konsep syariah mudharabah dan musyarakah dengan nisbah bagi hasil yang telah disepakati antara bank dan nasabah.

    Keunggulan :

    • Proses cepat dan persyaratan mudah.
    • Perlindungan asuransi syariah.
    • On line pembayaran angsuran diseluruh cabang Bank Mega Syariah, jaringan ATM Bersama dan ATM Prima.
    • Jangka waktu fleksibel.

      Tujuan :

    • Modal kerja usaha produktif ( pengadaan bahan baku, barang dagangan/persediaan, kebutuhan menutupi hutang / piutang usaha dan kebutuhan operasional dan ekspansi usaha lainnya).

      Plafond Pembiayaan :

    • Rp. 100.000.000 – Rp 10.000.000.000,-

      Jangka Waktu Pembiayaan :

    • 1 – 3 tahun.

      Uang Muka :

    • Minimal 20% dari total kebutuhan modal kerja.

      Persyaratan Umum :

    • Warga Negara Indonesia.
    • Perorangan, usia minimal 21 tahun dan pada saat pembiayaan lunas berusia maksimum 55 tahun.
    • Badan Hukum (PT, Yayasan, Koperasi) dengan masa usaha minimal 2 (dua) tahun memiliki kinerja baik.
    • Tidak terdaftar dalam pembiayaan bermasalah Bank Indonesia dan Bank Mega Syariah.

    Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

    1. Surat permohonan pembiayaan dari manajemen/pengurus
    2. NPWP institusi yang masih berlaku
    3. Legalitas pendirian dan perubahannya (jika ada) dan pengesahannya
    4. Izin-izin usaha : SIUP, TDP, SKD, SITU, dan lainnya (jika dibutuhkan) yang masih berlaku
    5. Data-data pengurus perusahaan
    6. AD/ART (untuk BMT/Koperasi)
    7. Surat kuasa pengajuan pembiayaan dari RAT kepada pengurus (untuk BMT/Koperasi)
    8. Laporan keuangan 2 tahun terakhir
    9. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 6 bulan terakhir

    Daftar Pustaka

    Antonio,syafi’I. . Bank Syariah dari Teori Ke Prakter. Jakarta :Gema Insani.2001.

    Syafi’I, Rahmat.Fiqih uamalah.Bandung:Pustaka Setia.2001.

    Karnaen A.Perwataatmadja dan Hendri Tanjung.Bank Syariah teori, praktik, dan peranannya.jakarta: Celestial Publishing.jakarta:2007.


    [1]Syafi’I Antonio. Bank Syariah dari Teori Ke Prakter.Gema Insani.Jakarta:2001.hal:95

    [2] Prof.DR.H.Rachmat Syafei,Fiqih Muamalah,Bandung:Pustaka Setia,2001,hlm.224-226

    [3] Syafi’I Antonio. Bank Syariah dari Teori Ke Prakter.Gema Insani.Jakarta:2001.hal:97-98

    [4] Karnaen A.Perwataatmadja dan Hendri Tanjung.Bank Syariah teori, praktik, dan peranannya.Celestial Publishing.jakarta:2007.hal.131-133

    Leave a reply